ISTILAH-ISTILAH PELAYARAN

Dead Freight: Uang ganti rugi atau uang tambang yang dapat diminta oleh pemilik kapal kepada charterer kapalnya apabila charterer tidak dapat mengangkut seluruh muatan atau sudah memesan ruangan muatan tetapi tidak jadi menggunakannya

Dead Weight Cargo Carrying: Berat muatan yang diangkut (DWCC)

Dead Weight Tonase: Kapasitas angkut dari kapal

Deep Water Harbour: Pelabuhan yang menyediakan fasilitas untuk perairan yangcukup dalam yang dapat menerima kapal dengan sarat kapal sampai dengan 20 meter

Demurrage Sejumlah uang yang dibayarkan oleh pemilik kapal atas penggunaan ruangan di Pelabuhan atau gudang pada batas waktu tertentu, biasanya selama menunggu klarifikasi dari Bea Cukai. Biaya ini juga diterapkan bila terjadi kelambatan bongkar/muat barang dari dan ke kapal, petikemas, truk atau trailer bila melebihi batas waktu yang telah disepakatiDestination Port Pelabuhan tertentu sebagai tujuan suatu kapal atau barang kiriman

Despatch ½ Demurrage (D ½ D) Premi Despatch: adalah setengah dari demurrage

Despatch Discharge Only (DDO): Despatch hanya dikenakan pada waktu pembongkaran

Despatch Loading Only (DLO): Despatch hanya dikenakan pada waktu pemuatan

Despatch payable at both ends: Dispatch dibayarkan di pelabuhan muat dan pelabuhan on all time saved (DBEAT) bongkar untuk waktu-waktu yang dihemat

Despatch payable at both ends: Dispatch dibayarkan untuk penghematan waktu labuh di on lay time saved (DBELTS) pelabuhan muat maupun pelabuhan bongkar

Despatch : Uang insentif yang diberikan pemilik kapal kepada penyewa karena melakukan bongkar muat kurang dari waktu yang ditetapkan dalam kontrak (charter party)

Direct Delivery: Suatu proses pembongkaran barang langsung dari kapal ke moda transport darat setelah melewati pemeriksaan Bea Cukai

Discharge: Kegiatan membongkar barang dari atas kapal

Displacement: Jumlah berat air yang dipindahkan oleh kapal, atau berat underwater volume dari kapal yang sama beratnya dengan kapal, dinyatakan dengan satuan long ton (1 long ton = 35 cft. berat air laut)

Distribution Arrangemens Tranportasi: barang-barang dari atau ke Pelabuhan melalui jalan raya, jalan kereta api ataupun melalui sungai

Dock Labor: Tenaga buruh untuk bongkar/muat di Pelabuhan

Dock: Bangunan Maritim untuk bertambat kapal, guna bongkar/muat barang dan penumpang

Dolphin: Kumpulan dari tonggak-tonggak dari besi, kayu atau beton agar kapal dapat bersandar untuk melakukan kegiatan bongkar/muat ke tongkang (lighter), biasanya terdiri dari konstruksi dua tonggak yang menahan kapal di bagian muka dan belakang

Door to door: Suatu pengiriman barang dari satu pintu ke pintu yang lain

Draft: Sarat atau Kedalaman yang diukur dari dasar lunas kapal sampai dengan muka air

Dredging: Pekerjaan pengerukan, yaitu mengambil material lumpur dan sejenisnya dari dasar atau di alur sungai dan di kolam Pelabuhan

Dry Cargo: Jenis barang yang tidak memerlukan perlindungan terhadap temperature tertentu dan yang tidak mengandung unsure air

Dry Dock: Dok yang di dalamnya dapat digunakan untuk mereparasi atau membangun kapal,dan air di dalamnya dapat dipompakan keluar sesuai kebutuhan

Dry Port: Suatu kawasan di pedalaman yang dapat melaksanakan fungsi suatu pelabuhan laut, khususnya untuk angkutan petikemas

Dunnage Material: yang digunakan untuk memisahkan/melindungi antara muatan atau dengan benda lain

Embarcation Ladder: Tangga tali yang dipergunakan naik ke dalam sekoci penyelamat atau rakit penyelamat

Ensign: Bendera dari negara dimana kapal tersebut di daftar

Estimated Time of Arrival (ETA): Perkiraan tanggal dan waktu tiba kapal di pelabuhan

Estimated Time of Departure: Perkiraan tanggal dan waktu keberangkatan kapal dari (ETD) pelabuhan

Estimated Time of Sailing (ETS): Perkiraan tanggal dan waktu kapal berlayar

Export Shed: Gudang tertutup di Pelabuhan tempat penyimpanan barang selama menunggu pengiriman (ekspor)

Fairway Perairan terbuka yang dapat dilayari

FCL/FCL Pelayaran bertanggung jawab sejak dari container yard (CY) di pelabuhan muat sampai dengan container yard di pelabuhan bongkar

Fleet: Kumpulan kapal-kapal, baik kapal perang maupun kapal niaga

Fork Lift Truck (FLT): Suatu peralatan untuk penanganan kargo yang didisain khusus untuk menangani barang-barang yang dikemas dengan cara pallet untuk suatu gerakan horisontal atau vertikal dan untuk memindahkan barang

Forklift: Peralatan atau kendaraan pengangkut yang digunakan untuk mengangkat dan menurunkan barang

Free In and Out (FIO): Pen-charter membayar biaya bongkar muat

Free In, Out and Stowed (FIOS): Biaya pemuatan/pembongkaran dan pemadatan muatan ditanggung oleh pemilik muatan/pencharter

Free In, Out and Trimmed (FIOT): Pencharter membayar biaya muat, meratakan dan membongkar barang yang dimuat saja. Biaya lainnya ditanggung oleh pemilik kapal seperti biaya pelabuhan danpemeliharaan kapal

Free of Despatch (FD): Bebas dari pembayaran premi dispatch yang harus dibayar

Free of Particular Average (FPA): Pertanggung-jawaban sebagian saja dari risiko

Free On Bord (FOB): Kondisi dimana penjual bertanggungjawab atas seluruh biaya pengiriman, resiko sampai barang dimuat diatas kapal

Free Port: Pelabuhan dimana kegiatan impor tidak dikenakan bea masuk

Free Trade Zone: Suatu area yang disiapkan dimana perdagangan didasarkan pada penukaran barang secara Internasional dan bebas tariff kepabeanan, hanya digunakan sebagai sumber pemasukan tetapi tidak dijadikan hambatan bagi pertumbuhan perdagangan

Freeboard Deck: Geladak terusan paling atas yang dilengkapi dengan penutup permanen dan kedap air

Freeboard: Jarak antara permukaan air dengan geladak ukuran yang dinamakan geladak lambung timbul (freeboard deck)

Freedom Vessel: Kapal general Cargo untuk pengangkutan serba guna

Freight All Kinds (FAK): Uang tambang, yang tarif atau besarnya sama, yang dikenakan untuk setiap petikemas yang diangkut, biasanya untuk jarak yang dekat

Freight Collect: Uang tambang yang dibayar bilamana muatan akan diserahkan, disebut juga payable at distination, freight forward, atau destination freight

Freight Forwarder: Perusahaan yang menyediakan jasa pengurusan barangbarang di Bea Cukai, pelayaran dan angkutannya

Freight Manifest: Daftar barang yang dikapalkan dalam suatu kapal tertentu

Freight: Uang tambang, uang yang diminta oleh perusahaan pelayaran untuk kompensasi biaya atas jasa mengangkut barang

Fuel Oil Tank Farm : Suatu area penampungan minyak di dalam tank-tank penyimpanan terletak di dekat Jetty/dermaga yang dihubungkan dengan pipa-pipa

Full Container Load (FCL) Petikemas isi yang dikuasai satu pemilik

Full Container Vessel: Kapal petikemas, jenis kapal yang dibuat khusus untuk mengangkut petikemas (container) atau dapat dinamakan juga cellular vessel

Gang hour: Jumlah gang tenaga kerja bongkar muat yang bekerja dalam periode jam tertentu

Gang shift: Jumlah 1 (satu) gang tenaga kerja bongkar muat dalam 1 (satu) gilir kerja

Gang: Jumlah tenaga kerja bongkar muat yang digunakan untuk bekerja di kapal maupun di tempat penumpukan ( gudang/lapangan )

General Cargo/Breakbulk Vessel: Jenis kapal angkut serba guna

Grain Space: Ruangan dalam palka yang disediakan untuk muatan curah (bulk)

Graving Dock: Sebuah dok tempat dimana kapal-kapal dibangun atau direparasi, air harus dapat dipompakan keluar dari tempat ini sesuai kebutuhan

Green Channel: Gerbang di Pelabuhan untuk melewatkan penumpang yang tidak membawa barang-barang seharusnya dideklarasikan kepada petugas kepabeanan

Gross Registered Tonnage (GRT): Berat kotor kapal tercatat

Gross Tonnage: Seluruh kapasitas volume dalam ruang muat kapal

Harbour Master: Seorang pejabat yang menangani aspek-aspek operasional dan navigasi dari suatu Pelabuhan

Hatch Beam: Balok yang diangkat untuk menyangga tutup palka

Hatch Square: Mulut palka atau ambang palka

Hatch: Ruang untuk muatan kapal

Haulage: Lihat Trucking

Hazardous Cargo: Barang berbahaya atau sering disebut dangerous goods

Heavy Lift Surcharge: Tambahan freight heavy-lift surcharge untukbarang yang mempunyai berat di atas 5 (lima) ton secara bertingkat

High Speed Diesel (HSD): Solar, jenis minyak yang digunakan untuk mesin-mesin putaran tinggi

High Water Ordinary Spring Tide: Ketinggian permukaan air pada musim panas (HWOST)

Hogging: Lengkung gunung, terlalu banyak menaruh muatan di ujungujung kapal maka bentuk kapal akan melengkung ke atas

Hold: Ruangan-ruangan di bawah geladak kapal yang disediakan untukmuatan

Hook Capacity: Kapasitas daya angkat dari derek dalam periode tertentu

Hook Cycle: Banyaknya angkatan yang dilakukan oleh derek dalam jangka waktu tertentu

Hook output: Hasil angkatan keseluruhan yang dihasilkan

Hour meter: Penunjukan waktu pemakaian mesin pada kendaraan, alat angkut/angkat

House Flag: Bendera pengenal dari perusahaan pemilik kapal yang dikibarkan pada tiang utama

Hull Insurance : Asuransi kapal

Hull: Tubuh kapal lengkap dengan permesinannya

Idle Time: Waktu yang terbuang (tidak berproduksi)

Immigration: Suatu pemeriksaan terhadap pasport atau dokumen terkait seperti visa atau sertifikat kesehatan, biasanya terdapat di pintu-pintu perbatasan, untuk meyakinkan bahwa semua dokumen tersebut memenuhi syarat sehingga orang yang bersangkutan bisa meneruskan perjalanan

Import Shed: Gudang penumpukan barang impor sementara sebelum didistribusikan

Incoterms 1988O: Peraturan Internasional untuk menafsirkan istilah-istilahyang sering digunakan dalam kontrak-kontrak perdagangan internasional. Peraturan ini dikeluarkan oleh ICC dan meliputi FOB, CIF dan sebagainya

Inland Container Depot (ICD): Depo petikemas

Institute (of insurance) Warranty Limits (IWL): Daerah yang tidak didukung asuransi sehingga penyewa harus membayar ekstra

International Association of Ports and Harbour (IAPH): Asosiasi Pelabuhan Internasional

International Chambre of Comerce (ICC): Kamar Dagang dan Industri Internasional

International Maritime Organization (IMO): Organisasi Kemaritiman Internasional

International Ship and Port Facility Security Code (ISPS Code):Kode internasional untuk pengamanan kapal dan fasilitas pelabuhan yang terdiri dari persyaratan wajib dan petunjuk pelaksanaan (rekomendasi)

International Standard Organization (ISO): Organisasi Standard Mutu Internasional

Inwards Clearence: Pemeriksaan kapal oleh pabean pada saat kedatangan di Pelabuhan agar pembongkaran muatan bisa segera dilaksanakan

Jacob’s Ladder: Tangga yang terbuat dari tali dengan anak tangga yang terbuat dari kayu atau logam yang dipergunakan sebagai jalan darurat dari geladak kapal ke permukaan air

Jetty Struktur: tambatan yang menjorok ke arah perairan, biasanya untuktambatan kapal curah cair

Keel Clearence: Ambang batas kedalaman lunas bawah kapal terhadap dasar perairan

Keel: Bagian bawah dari lunas kapal

Konosemen: Daftar muatan atau bill of loading

Laydays: Kelonggaran atau tenggang waktu yang diberikan kepada kapaluntuk memulai pemuatan dan pembongkaran, dimana pencharter dapat melakukan bongkar/muat tanpa membayar biaya ekstra

Laytime: Waktu labuh

LCL/LCL: Pelayaran bertanggung jawab sejak barang diterima dari shipper di container freight station (CFS) di pelabuhan muat sampai dengan barang diserahkan ke consignee dari CFS di pelabuhan bongkar. Less Than Full Container Load (LCL)Petikemas isi yang dikuasai lebih dari satu pemilik.

Length Between Perpendiculars (LBP): Panjang kapal diukur dari linggi-linggi paling depan dan bagian paling belakang dari buritan pada garis maksimum sarat musim panas

Length Over All (LOA): Panjang kapal secara keseluruhan yang diukur dari bagian paling ujung dari linggi-linggi sampai bagian paling belakang dari buritan

Lift On/Off (LoLo): Kegiatan mengangkat/menurunkan petikemas dari lapangan penumpukan ke atas chasis atau sebaliknya

Light Displacement: Berat kapal dalam keadaan kosong

Lighter Carrier: Kapal pengangkut tongkang, variasi dari kapal pengangkut petikemas, dimana sebagai pengganti petikemas, kapal jenis ini mengangkut tongkang bermuatan

Lighterage: Bongkar/muat melalui alat angkut sejenis tongkang/perahu

Liner: Kapal yang memiliki tujuan, rute dan jadwal yang tetap

Load Line: Garis batas maksimum kapal dapat dimuat

Loaded Displacement: Berat kapal beserta muatannya pada sarat kapal (draft) maksimum yang diperkenankan oleh peraturan

Loading Berth: Suatu tempat atau daerah di Pelabuhan dimana kita menaikkan barang ke kapal

Loading List: Daftar muatan yang akan dimuat keatas kapal

Loading Plan: Perencanaan muatan

Loading Vesel: Kapal yang mengangkut barang yang dimuat

Log Book: Buku harian kapal

Long Distance: Jarak pengangkutan barang yang terlalu jauh (sampai ke gudang/lapangan penumpukan), biasanya lebih dari 130 meter.

Long Term Storage: Penumpukan atau penimbunan barang untuk jangka waktu lama

Longlength Surcharge: Tambahan freight long length surcharge untukbarang yang panjangnya melebihi 8 meter, secara bertingkat

Loose Cargo: Muatan yang terpisah-pisah

Low Water Ordinary Spring Tide (LWOST): Permukaan air terendah pada musim panas biasa

Lower Hold: Palka paling bawah

Lump sum Freight: Uang tambang yang dihitung berdasarkan atas unit atau sejumlah unit tertentu

Manifest: Daftar barang yang dimuat kapal

Marine Diesel Fuel (MDF): Bahan bakar untuk mesin putaran rendah dan menengah

Marine Fuel Oil (MFO): Residual Fuel Oil, bahan bakar motor diesel dengan putaran rendah

Marpol Marine Pollution Prevention Convention 1973/1978, yang membahas aspek perlindungan lingkungan perairan, khusus untuk pencegahan pencemaran yang asalnya dari kapal, alat apung dan usaha penanggulangannya

Marshalling Area: Suatu daerah dimana kita merakit barang-barang atau mobil untuk menunggu pengapalan atau pendistribusian melalui jalur darat.

Master Cable: Berita/kawat yang dikirim Nakhoda kapal berisikan perkiraan kedatangan kapal di pelabuhan

Minimum Freight (M/F): Uang tambang minimum yang harus dibayar per B/L oleh pemilik barang dan jumlahnya bukan berdasarkan ton/m3 barang

Mix Comodity Box Rate: Tarif yang diberlakukan untuk petikemas yang berisi beberapa jenis barang

Mooring Buoys: Pelampung pengikat, pelampung dimana kapal ditambatkanuntuk melakukan suatu kegiatan

Mooring Dolphin: Dolphin yang digunakan untuk menambat kapal dan tidakuntuk dibenturkan ke kapal

More or Less at Owners Option (MOLOO): Kesepakatan mengenai Cargo dead-weight, pemilik kapal mendapat kelonggaran lebih atau kurang, karena yakin situasi dari bunker/stores yang ada

Multi Port Itineraries: Jadwal pelayaran sebuah kapal yang melalui sejumlahPelabuhan dengan mengangkut barang, misalnya dari jenis minyak

Multi Purpose Berth: Dermaga yang mampu menangani berbagai jenis barang dalam berbagai bentuk misalnya pallet, kontainer, barang curah, mobil, termasuk kapal dengan berbagai spesifikasi

About these ads